Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Dans Penantian - Edcoustic

penantian adalah satu ujian tetapkanlah ku slalu dalam harapan karena keimanan tak hanya diucapkan adalah ketabahan menghadapi cobaan (*) sabarkanlah ku menanti pasangan hati tuluskan ku sambut sepenuh jiwa ini di dalam asa diri menjemput perekah-Mu bukalah ijin-Mu atas harapan ini Reff: Rabbi, teguhkanlah ku di penantian ini berikanlah cahaya terang-Mu selalu Rabbi, doa dan upaya hamba-Mu ini hanyalah bersandar semata kepada-Mu >>back to (*), Reff Rabbi, ridhailah penantianku ini hadirkanlah ketentraman di dalam hati Rabbi, hanya pada-Mu doaku ini tempatku mengadu segala resah diri

Resep Pancake

Bahan : 100 g tepung terigu 1 sdt penuh baking powder 50 g gula halus 200 ml susu cair 1 sdt garam 3 butir telur ayam, pisahkan kuning dan putihnya Pelengkap: Maple syrup Mentega, potong-potong Cara membuat : # Aduk tepung, baking powder, gula, susu, garam dan kuning telur hingga licin dan rata. # Kocok putih telur hingga kaku. # Masukkan ke dalam adonan terigu, aduk rata. # Panaskan wajan dadar antilengket, olesi sedikit minyak. # Tuangkan 1 sendok sayur penuh adonan ke dalam wajan. Masak hingga kedua sisinya matang. Angkat. # Taruh di piring saji. Sajikan hangat dengan pelengkapnya. Untuk 12 buah NB: untuk pelengkap tergantung selera masing-masing....boleh diganti dengan taburan meises atau keju, atau disiram dengan sirup/madu/susu kental manis....yummy.........:P

Manajemen Hati

Sepertinya hati kita harus ditata ulang. Ada nasehat sangat mulia bagaimana menata hati kita. Mari kita simak :   Dalam sebuah hadits dinyatakan, pada suatu ketika datanglah seseorang kepada Ibnu Ma’ud r.a, sahabat Rasulullah saw, untuk meminta nasihat. Wahai Ibnu Mas’ud, “ujarnya“ "berilah nasihat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang dilanda kecemasan dan kegelisahan . Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tentram.Jiwaku gelisah dan pikiran pun serasa kusut, makan tak enak, tidur pun tidak nyenyak.” Mendengar hal itu, Ibnu Mas’ud kemudian menasehatinya “Kalau penyakit seperti itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat , yaitu ke tempat orang membaca Al Qur’an , kau baca Al Qur’an atau dengarkanlah baik-baik orang yang membacanya; atau pergilah ke majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau carilah waktu dan tempat yang sunyi, kemudian berkhalwatlah ...